• (0252) 201576 - 5550562
  • pkbkablebak@gmail.com
  • Login
  • Daftar

FORUM KOMUNITAS PELOPOR

Kecelakaan lalu-lintas

 Eki Metal ||  2018-11-20 ||   Download File

Kecelakaan lalu-lintas adalah kejadian di mana sebuah kendaraan bermotor tabrakan dengan benda lain dan menyebabkan kerusakan. Kadang kecelakaan ini dapat mengakibatkan luka-luka atau kematian manusia atau binatang. Kecelakaan lalu-lintas menelan korban jiwa sekitar 1,2 juta manusia setiap tahun menurut WHO.

Faktor yang memengaruhi kecelakaan

Ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadikanya kecelakaan, pertama adalah faktor manusia, kedua adalah faktor kendaraan dan yang terakhir adalah faktor jalan. Kombinasi dari ketiga faktor itu bisa saja terjadi, antara manusia dengan kendaraan misalnya berjalan melebihi batas kecepatan yang ditetapkan kemudian ban pecah yang mengakibatkan kendaraan mengalami kecelakaan. Disamping itu masih ada faktor lingkungan, cuaca yang juga bisa berkontribusi terhadap kecelakaan.

Faktor manusia

Faktor manusia merupakan faktor yang paling dominan dalam kecelakaan. Hampir semua kejadian kecelakaan didahului dengan pelanggaran rambu-rambu lalu lintas. Pelanggaran dapat terjadi karena sengaja melanggar, ketidaktahuan terhadap arti aturan yang berlaku ataupun tidak melihat ketentuan yang diberlakukan atau pula pura-pura tidak tahu.Selain itu manusia sebagai pengguna jalan raya sering sekali lalai bahkan ugal ugalan dalam mengendarai kendaraan, tidak sedikit angka kecelakaan lalu lintas diakibatkan karena membawa kendaraan dalam keadaan mabuk, mengantuk, dan mudah terpancing oleh ulah pengguna jalan lainnya yang mungkin dapat memancing gairah untuk balapan.

Faktor kendaraan

Faktor kendaraan yang paling sering adalah kelalaian perawatan yang dilakukan terhadap kendaraan. Contoh nya seperti rem blong, setir macet, dll. Untuk mengurangi faktor kendaraan perawatan dan perbaikan kendaraan diperlukan, disamping itu adanya kewajiban untuk melakukan pengujian kendaraan bermotor secara reguler.

Faktor jalan dan lainnya

Faktor jalan terkait dengan kecepatan, rencana jalan, geometrik jalan, pagar pengaman di daerah pegunungan,ada tidaknya median jalan, jarak pandang dan kondisi permukaan jalan. Jalan yang rusak/berlobang sangat membahayakan pemakai jalan terutama bagi pemakai sepeda dan sepeda terbang.

Faktor Cuaca

Hari hujan juga memengaruhi unjuk kerja kendaraan seperti jarak pengereman menjadi lebih jauh, jalan menjadi lebih licin, jarak pandang juga terpengaruh karena penghapus kaca tidak bisa bekerja secara sempurna atau lebatnya hujan mengakibatkan jarak pandang menjadi lebih pendek. Asap dan kabut juga bisa mengganggu jarak pandang, terutama di daerah pegunungan.


Komentar Artikel

   Anda   at 2018-12-02 23:47:19

 Waaaah,,,mesti banyak ditingkatkan lagi nih

   Jack Sparrow   at 2018-12-02 23:47:19

 sepertinya bagus

   Jack sparrow   at 2018-12-03 03:36:11

 Tester aja

   Jack sparrow   at 2018-12-03 03:37:17

 apakah oke?

   yudi Ahmad   at 2018-12-14 14:47:43

 okelah



KEGIATAN KOMUNITAS

Sosialisasi Masyarakat

 Jack ||  2018-11-21

Gatal-gatal adalah penyakit kulit yang umum terjadi di pondok pesantren, bahkan istilah penyakit ini dikenal dengan sebutan Jarban (bahasa arab) yang artinya cobaan sedangkan dalam dunia kedokteran disebut Scabies. Umumnya orang yang tinggal di pondok pesantren terkena 1-3 kali bahkan ada yang selama tinggal dipesantren terserang penyakit gatal-gatal terus menerus tiada henti. Penyebab penyakit gatal-gatal tersebut beraneka ragam mulai dari faktor kurang menjaga kebersihan, tempat tidur yang kurang diatur, bergantian pakaian dengan sesama teman, bergantian handuk, bahkan sampai dengan keadaan air yang kurang bersih. Oleh karena itu, masalah penyakit gatal-gatal di pondok pesantren yang menular dari teman satu keteman yang lain harus segera diatasi. Caranya dengan melakukan sosialisasi kesehatan dan pengajaran obat tradisional (Sikat Jarban) di pondok pesantren sebagai pengabdian yang khususnya mendidik (educating), mencerahkan (enlightening), memberdayakan (empowering) tentang manfaat daun sirih merah yang selama ini masih jarang diketahui oleh khalayak umum termasuk para santri yang tinggal di pondok pesantren.